Semoga segala Amalan kita di Bulan Ramdhan yang mulia ini akan diterima dan diberkati Allah Ta'ala.
Friday, July 12, 2013
Wednesday, June 26, 2013
Tergendala
Dukacita dimaklumkan bahawa Facebook account ana telah dinonaktifkan. Buat sementara waktu ini sesiapa yang ingin contact ana bisa saja tinggalkan pesanan atau komentar. Namun begitu, ana sudah menyediakan akaun baru, justeru sesiapa yang telah ana contact baru-baru ini, jujur sebenar adalah akaun baru ana buat sementara waktu ini. Syukran.
اَللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَ أَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
“Ya
Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan
apabila Engkau berkehendak, Engkau akan menjadikan kesusahan menjadi
kemudahan.”
Allah tidak menjadikan segala sesuatu
mudah bagi manusia. Tidak ada kemudahan bagi mereka, kecuali apa yang
Allah jadikan mudah. Dan sesungguhnya kemudahan adalah apa yang Allah
jadikan mudah. Sebaliknya, kesulitan dan kesusahan jika Allah kehendaki
bisa menjadi mudah dan ringan. Sebagaimana kemudahan dan perkara ringan
bisa menjadi sulit dan berat, jika Allah menghendakinya.
Kita ditimpa kesusahan adalah ujian untuk kita oleh Allah SWT untuk hamba-Nya yang beriman. Semoga segala kesusahan akan dilimpahkan rahmat yang berlipat ganda. InsyaAllah.
Tuesday, June 4, 2013
Mendukung Mujahideen di Medan Perang
Ada beberapa cara untuk akhwat mendukung para mujahideen di medan perang. Ini termasuk:
1)
Bantuan medis - Peranan merawat mujahideen yang terluka adalah tugas
yang dikhaskan untuk Sahabiyyat di zaman Nabi Muhammad (S.A.W).
Antaranya A'isyah yaitu isteri Nabi, Fatimah, dan lain-lain.
Di
Chechnya, biarpun kaum wanita tidak dibenarkan bermusafir bersama
mujahideen, tetap ada para akhwat yang bertugas sebagai perawat apa
adanya.
2) Memberi makan dan minum untuk mujahideen - Ini
juga tugas yang dikhaskan untuk Sahabiyyat yang membawa peti-peti air
untuk memadamkan dahaga mujahdeen selama pertempuran. Kini, wanita juga
bisa menyediakan makan dan minum untuk para mujahideen dan memenuhi
kebutuhan mereka yang lain sementara mereka yang terlibat dalam
pertempuran. Ini dilakukan akhwat di Jihad Afghanistan pada tahun 1980.
3)
Menyediakan senjata dan amunisi - Ini adalah satu bidang di mana akhwat
dapat membantu. Contohnya, ada seseorang wanita tua berbangsa Inggeris
yang melintasi pegunungan untuk membawa senjata untuk kaum muslimin
Bosnia kerana dia tahu musuh tidak akan mencurigainya.
4) Mendorong Mujahideen untuk terus istiqomah - Contohnya
Safiyyah bint Abdul Mutalib. ketika dia bersiap-siap untuk ikut serta
dalam perang Uhud, dia membawa tombak (atau belati) denganya. Para
sahabat memberitahu Nabi (S.A.W) tentang hal ini lalu Nabi (S.A.W)
bertanya apa akan Safiyyah lakukan. Dia memberitahu bahawa dia akan
tetap di belakang mujahideen dan akan menggunakannya untuk menyerang
orang-orang Muslim yang berani melarikan diri dari pertempuran itu.
Hind bint 'Utbah setelah memeluk Islam juga menemani mujahideen ke pertempuran dan mendorong mereka untuk terus istiqomah.
5)
Mengawal dan memberi perlindungan - Safiyyah bint Abdul Mutalib
diantara wanita yang ditugaskan mengawal dalam perang Ahzab autau
Khandaq, ketika kaum Muslim memerlukan perlindungan dari belakang. Dia
ditempatkan si sebuah kemah dengan wanita lain dan satu sahabi yang
sakit (Hassan bin Thanit).
Safiyyah terlihat musuh yang
mendekat dan meminta Hassan untuk membunuhnya. Hassan menyatakan
ketidakmampuannya untuk melakukannya kerana sedang sakit. Safiyyah
kemudian melacak musuh, memukul dan membunuhnya dari belakang dengan
tiang tenda.
Contoh lainnya, Asma bint Yazeed juga telah
membunuh 9 tentera musuh yang menyerang kemah wanita dan anak-anak.
Tentera yang lain melarikan diri ketakutan.
Allahu Akbar! Keberanian sahabiyyat bisa membuat beberapa pria hari ini rasa malu.
~~~~~~~~~Mujahideen Mujahidah Memperjuangkan Islam~~~~~~~~
Monday, June 3, 2013
Peranan Wanita di Medan Jihad
Biarpun jihad (atau Qital) biasanya dilakukan oleh lelaki, ada juga dalil yang menunjukkan peranan wanita di medan jihad. Ini termasuk ketika di zaman Nabi Muhammad (saw) dan juga sepanjang sejarah Islam, hingga ke hari ini.
Contohnya, Nusayba bint Ka’b, juga dikenali sebagai Umm ’Ammarah, ikut serta di medan jihad lebih dari sekali dalam hidupnya. Beliau pernah cedera ketika perang Uhud dan juga mendapat kecederaan ditangannya ketika berperang melawan Musaylama Kaddhab.
Beliau sangat terkenal dengan penglibatannya dalam perang Uhud kerana melindungi Nabi Muhammad (saw) dengan menggunakan tubuhnya sendiri. Setelah perang, Nabi (saw) bersabda, “Ketikaku lihat ke kanan, ku lihat Umm 'Ammarah, dan bila ku lihat ke kiri, ku lihat Umm 'Ammarah”. Nabi Muhammad (saw) pun menanyakan tentang kecederaannya dan apa yang beliau inginkan. Umm ‘Ammarah memberitahu bahwa beliau ingin menemani Nabi Muhammad (saw) di surga, dan permintaannya itu diterima. Apa lagi yang dapat diingininya? Beliau berjaya menerima setinggi-tingginya berkat melalui Qital fisabilillah.
Dalam contoh lain, isteri Mahmud Qutus yang dilatih sebagai Mujahidah juga shahidah ketika melawan tentera Mongol. Allah telah melimpahkan kemenangan kepada kaum Muslim karena pengorbanan wanita-wanita hebat.
Seperti dikatakan, Qital itu pada umumnya menjadi tugasan lelaki. Tapi bila perlu, ahkwat yang berani tidak pernah menahan diri dari melawan. Biarpun keadaan ummah ini belum gawat, yang ingin menjadi fisabilillah harus bersedia. Semoga Mujahideen di medan jihad bisa melindungi mereka.
~~~~~~~Mujahideen Mujahidah Memperjuangkan Islam~~~~~~~~
Thursday, January 31, 2013
Pembunuhan Umat Islam
BISMILLAHIRAHMAN NIRRAHHIM
Meskipun telah ramai mujahideen yang telah dibunuh oleh askar-askar thogut dan tentera Amerika dan Israel laknatullah, semangat orang Islam tidak akan pudar. Bahkan, ianya akan terus bersemangat sehinggakan lebih ramai anak-anak muda menjadi yakin untuk membabitkan diri di medan pertempuran. Bertempur dengan pembunuh-pembunuh Islam yang tidak pernah mengerti tentang hakikat bahawa kalau mereka membunuh satu, lagi sepuluh yang akan bersemangat untuk mati demi menegakkan agama kita. Allahu Akbar!
Apakah mereka lupa tentang Sheikh Osama bin Laden. Apakah mereka telah lupa bahawa mereka telah membunuh Sheikh didepan anak-anaknya? Apakah mereka sudah lupa bahawa mereka telah memecah masuk negeri Pakistan tanpa izin? ya, mereka sudah lupa bahawa tindakkan mereka dengan tidak secara langsung telah menyemai benih kebencian terhadap Amerika sekali lagi. Syabas, kerana anak-anak muda seperti anak-anak Sheikh akan membalas dendam terhadap kekejaman ini.
Kekerasan harus dibalas dengan kekerasan. Kita tidak boleh mendiamkan diri lagi. Kita harus bersiap sedia. Walau di medan pertempuran ataupun disebalik komputer, kita akan berjuang bersama. Masanya sudah tiba, tahun 2013 akan mencorak satu detik baru dalam dunia Islam. Kita akan teruskan perjuangan kita. Bagi mereka yang masih ragu, tidak perlu lagi kita memikirkan apakah ini salah dari sisi agama. Semestinya tidak!
Umat Islam di seleruh dunia sedah dikeji dan diperolokkan sudah sekian lama. Inilah masanya untuk kita meneruskan perjuangan, berganding bahu bersama mujahideen dan mujahidah.
Semoga perjuangan kita terus diberkati Allah.
Labels:
Islam,
Jihad,
mujahidah,
mujahideen,
Sheikh Osama bin Laden
Monday, January 28, 2013
Satu Kisah Sepasang Pengantin Baru Yang Bergabung Dalam Jihad Suriah
Shoutussalam - Sang mempelai pria yang juga seorang
mujahid itu memiliki nama Mahmud al Halabi. Dulunya, ia pernah
berprofesi sebagai sopir pribadi istri seorang menteri dari rezim
Suriah. Sedang sang mempelai wanita, Nur al Hassan, dulunya adalah
seorang penata rambut. Di awal meletusnya jihad dan revolusi Suriah,
pemberontakan pribadi mereka membawa mereka bersama-sama dan sejak itu
mendorong mereka berdua untuk bergabung dalam kafilah mujahidin di kota
Aleppo melawan tentara rezim Syi’ah Bashar al Assad.
Mahmud yang berumur 28 tahun bergabung bersama tentara revolusi (baca : mujahidin) di garis depan pertempuran di wilayah Sheikh Saeed, setelah sebelumnya dipecat dari pekerjaannya tiga tahun lalu. Dia mengatakan bahwa dia dipenjara dan disiksa oleh rezim selama kurun waktu satu tahun, lalu dipaksa untuk pergi meninggalkan Suriah. Apa kejahatannya? Dia telah jatuh cinta dengan putri menteri dimana ia bekerja.
Ia pun kemudian melarikan diri ke Libya, dan bergabung dalam revolusi disana yang pecah pada bulan Februari 2011. Ia bergabung dengan teman-temannya dalam pertempuran melawan pasukan loyalis rezim Muammar Gaddafi.
"Di sinilah saya belajar sebagian besar ketrampilan militer, dan kini saya gunakan untuk memerangi Assad," kata Mahmoud pada wartawan Al Jazeera di Sheikh Saeed, wilayah dimana sekarang menjadi garis depan pertempuran paling aktif di kota Aleppo.
Sementara itu, Nur yang berumur 22 tahun, dulunya adalah seorang penata rambut di sebuah salon terletak di pusat kota Aleppo. Dia juga putri seorang pejabat senior di Partai Baath yang berkuasa di Suriah.
Beberapa bulan berlangsungnya Jihad dan Revolusi Suriah, Mahmud kembali ke kampung halamannya di Aleppo untuk bergabung dengan saudara mujahidin lainnya dalam perjuangan menggulingkan rezim Assad. Sementara itu, Nur membuat sebuah akun Facebook dengan nama samaran dan menjadi aktivis di jejaring sosial, mengorganisir aksi protes dan menyebarkan berita-berita seputar penindasan rezim terhadap rakyatnya.
Ketika ayah dan kakaknya yang masih menjadi pendukung setia Assad, mengetahui aktivitas dan ketrelibatannya dalam barisan oposisi pemerintah, mereka memukulinya hingga berakhir dengan terbaringnya ia di rumah sakit. Kisahnya pun menjadi bahan perbincangan di kota, dan kabar itu sampai ke telinga Mahmud.
"Sepulang saya dari rumah sakit, saya terjebak dikurung dalam rumah. Mahmud akhirnya datang untuk membantu lari," katanya. "Saya belum mengenalnya dengan baik, meski begitu saya tetap bertekad untuk pergi bersamanya. Saya benar-benar membelot dari keluarga saya."
Keduanya kemudian mulai mengatur aksi-aksi protes dan mendistribusikan pamflet-pamflet anti-rezim. Revolusi pun mulai masuk dalam fase perjuangan bersenjata, mereka berdua pun memberikan dukungan.
"Kami mulai membantu memasok senjata-senjata ke daerah Salaheddin, bersama-sama aku mengajarinya bagaimana menggunakan senjata. Awalnya, aku mengajarinya sebagai perlindungan diri, karena ayahnya berupaya melakukan penculikan terorganisir untuk membawanya pulang kembali," kata Mahmud.
"Ia kemudian ingin berpartisipasi dalam pertempuran. Kami pun berjibaku dalam sejumlah pertempuran bersama-sama. Dia akhirnya menemukan jalan hidupnya...," lanjutnya.
Nur kini telah menjadi seorang wanita penembak jitu handal di garis depan pertempuran Sheikh Saeed, di mana mujahidin mencoba untuk mendesak pasukan rezim dan memblokir jalur utama menuju Bandara Internasional Aleppo. Baru-baru ini, dia mengatakan bahwa dia berhasil memburu dan menembak mati seorang sniper rezim yang menargetkan para mujahidin di sekitar wilayah itu.
Rekan-rekannya memanggilnya dengan julukan yang bisa dikata terasa “maskulin”, Abu al Nur.
"Saya tidak melihat dia sebagai seorang perempuan. Dia adalah salah satu penembak jitu terbaik yang kita miliki di batalyon.. Begitulah cara saya melihatnya," kata seorang mujahid bernama Ahmad.
Nur mengatakan tidak ada yang bisa menghalangi para wanita untuk bergabung dalam kancah pertempuran bersenjata, "Sayangnya banyak dari mereka tidak bergabung, mungkin lantaran lemahnya iman atau hati".
Nur dan Mahmud menikah pada Juli 2012, satu tahun setelah mereka bertemu.
"Suatu ketika saya terluka di medan tempur terbuka, ia melindungiku dan menyeret saya mundur dari kecamuk pertempuran, suatu tindakan dimana tidak ada satupun orang dari batalyon kami yang berani melakukannya," kenang Mahmud.
"Saat itulah saya memutuskan bahwa dia adalah wanita yang tepat menjadi pendamping hidup. Kami pun menikah beberapa hari setelahnya.."
Nur mengatakan dia berjuang "karena Allah", dan tidak akan kembali ke keluarganya.
"Penglihatan orang tua saya sudah tertutup dan sudah tak bisa lagi mengenali kebenaran. Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan untuk mereka.."
[arkan/ aljazeera]
Mahmud yang berumur 28 tahun bergabung bersama tentara revolusi (baca : mujahidin) di garis depan pertempuran di wilayah Sheikh Saeed, setelah sebelumnya dipecat dari pekerjaannya tiga tahun lalu. Dia mengatakan bahwa dia dipenjara dan disiksa oleh rezim selama kurun waktu satu tahun, lalu dipaksa untuk pergi meninggalkan Suriah. Apa kejahatannya? Dia telah jatuh cinta dengan putri menteri dimana ia bekerja.
Ia pun kemudian melarikan diri ke Libya, dan bergabung dalam revolusi disana yang pecah pada bulan Februari 2011. Ia bergabung dengan teman-temannya dalam pertempuran melawan pasukan loyalis rezim Muammar Gaddafi.
"Di sinilah saya belajar sebagian besar ketrampilan militer, dan kini saya gunakan untuk memerangi Assad," kata Mahmoud pada wartawan Al Jazeera di Sheikh Saeed, wilayah dimana sekarang menjadi garis depan pertempuran paling aktif di kota Aleppo.
Sementara itu, Nur yang berumur 22 tahun, dulunya adalah seorang penata rambut di sebuah salon terletak di pusat kota Aleppo. Dia juga putri seorang pejabat senior di Partai Baath yang berkuasa di Suriah.
Beberapa bulan berlangsungnya Jihad dan Revolusi Suriah, Mahmud kembali ke kampung halamannya di Aleppo untuk bergabung dengan saudara mujahidin lainnya dalam perjuangan menggulingkan rezim Assad. Sementara itu, Nur membuat sebuah akun Facebook dengan nama samaran dan menjadi aktivis di jejaring sosial, mengorganisir aksi protes dan menyebarkan berita-berita seputar penindasan rezim terhadap rakyatnya.
Ketika ayah dan kakaknya yang masih menjadi pendukung setia Assad, mengetahui aktivitas dan ketrelibatannya dalam barisan oposisi pemerintah, mereka memukulinya hingga berakhir dengan terbaringnya ia di rumah sakit. Kisahnya pun menjadi bahan perbincangan di kota, dan kabar itu sampai ke telinga Mahmud.
"Sepulang saya dari rumah sakit, saya terjebak dikurung dalam rumah. Mahmud akhirnya datang untuk membantu lari," katanya. "Saya belum mengenalnya dengan baik, meski begitu saya tetap bertekad untuk pergi bersamanya. Saya benar-benar membelot dari keluarga saya."
Keduanya kemudian mulai mengatur aksi-aksi protes dan mendistribusikan pamflet-pamflet anti-rezim. Revolusi pun mulai masuk dalam fase perjuangan bersenjata, mereka berdua pun memberikan dukungan.
"Kami mulai membantu memasok senjata-senjata ke daerah Salaheddin, bersama-sama aku mengajarinya bagaimana menggunakan senjata. Awalnya, aku mengajarinya sebagai perlindungan diri, karena ayahnya berupaya melakukan penculikan terorganisir untuk membawanya pulang kembali," kata Mahmud.
"Ia kemudian ingin berpartisipasi dalam pertempuran. Kami pun berjibaku dalam sejumlah pertempuran bersama-sama. Dia akhirnya menemukan jalan hidupnya...," lanjutnya.
Nur kini telah menjadi seorang wanita penembak jitu handal di garis depan pertempuran Sheikh Saeed, di mana mujahidin mencoba untuk mendesak pasukan rezim dan memblokir jalur utama menuju Bandara Internasional Aleppo. Baru-baru ini, dia mengatakan bahwa dia berhasil memburu dan menembak mati seorang sniper rezim yang menargetkan para mujahidin di sekitar wilayah itu.
Rekan-rekannya memanggilnya dengan julukan yang bisa dikata terasa “maskulin”, Abu al Nur.
"Saya tidak melihat dia sebagai seorang perempuan. Dia adalah salah satu penembak jitu terbaik yang kita miliki di batalyon.. Begitulah cara saya melihatnya," kata seorang mujahid bernama Ahmad.
Nur mengatakan tidak ada yang bisa menghalangi para wanita untuk bergabung dalam kancah pertempuran bersenjata, "Sayangnya banyak dari mereka tidak bergabung, mungkin lantaran lemahnya iman atau hati".
Nur dan Mahmud menikah pada Juli 2012, satu tahun setelah mereka bertemu.
"Suatu ketika saya terluka di medan tempur terbuka, ia melindungiku dan menyeret saya mundur dari kecamuk pertempuran, suatu tindakan dimana tidak ada satupun orang dari batalyon kami yang berani melakukannya," kenang Mahmud.
"Saat itulah saya memutuskan bahwa dia adalah wanita yang tepat menjadi pendamping hidup. Kami pun menikah beberapa hari setelahnya.."
Nur mengatakan dia berjuang "karena Allah", dan tidak akan kembali ke keluarganya.
"Penglihatan orang tua saya sudah tertutup dan sudah tak bisa lagi mengenali kebenaran. Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan untuk mereka.."
[arkan/ aljazeera]
Subscribe to:
Posts (Atom)





